Iran menerapkan strategi perang asimetris untuk mengompensasi keterbatasan militer konvensionalnya dengan membangun jaringan proxy sebagai zona penyangga guna memastikan konflik tetap berada di luar perbatasan kedaulatannya, mengendalikan kebijakan domestik negara tetangga, mengganggu stabilitas jalur energi global, dan mengekspor ideologi revolusi tanpa perlu melakukan invasi militer secara langsung.